Akses jalan menuju kp. Cicadas Desa Batuhideung Kec. Cimanggu Pandeglang
JN77.COM - PANDEGLANG // Satu keluarga yang sedang mudik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah 2025 merasa kecewa dan prihatin melihat kondisi jalan yang disinyalir milik Kabupaten Pandeglang rusak parah dan menyulitkan para pengguna jalan.
Jalan utama dan satu- satunya menurut penuturan nya, akses jalan menuju kp. Cicadas Desa Batuhideung Kec. Cimanggu Pandeglang ini sangat krusial dan dibutuhkan oleh seluruh warga yang beraktifitas mengangkut hasil bumi dan lainnya.
"Sudah bertahun- tahun saya tak pernah mudik ke kampung halaman. Sekalinya pulang kampung, jalan ini masih seperti dahulu, hancur dan banyak lobangnya," ujar S, pemudik asal Jakarta.
Ia menuturkan, semenjak hampir 10 Tahun yang lalu meninggalkan kampung halamannya, jalan tersebut masih sama kondisinya seperti saat sekarang ini.
"Sejak zaman Orba sepertinya masih sama waktu sekarang saya lihat. Hancur, berlobang, banyak genangan air dan Terjal berbatu sehingga mengganggu laju kendaraan R2 dan sulit dilalui R4, ya... hanya sedikit lebih baik aja yang dulunya jalan tanah sekarang ada batunya" imbuhnya.
Dirinya menyayangkan, kondisi jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh para pengguna jalan. Menurutnya, berbagai aktifitas warga dan anak Sekolah setiap hari menggunakan jalan tersebut.
"Diharapkan, Pemerintah setempat memperhatikan infrastruktur jalan ini. Karena, jantungnya roda ekonomi disuatu daerah terlihat lewat infrastruktur jalannya, dan semoga ditahun depan mudik kami lebih asik, menikmati perjalanan yang aman dan nyaman tidak terkendala oleh jalan yang rusak," harapnya.
Pantauan media, di Kabupaten Pandeglang masih banyak terkendala dengan kondisi jalan yang rusak parah.
Fenomena tersebut sering dikeluhkan oleh para pengguna kendaraan R2 dan R4. Hingga baru- baru ini, seorang guru yang viral di daerah Kecamatan Patia Pandeglang terpaksa mandi lumpur akibat kondisi jalan yang hancur, dan kemudian Pemprov Banten segera menanganinya.
Editor: Bardha Khaswandha